Selasa, 09 November 2010

Kopi aRoma yang legendaris itu. .

Kopi Aroma dari Jalan Banceuy 51 Bandung ini sudah memproduksi kopi terbaik sejak tahun 1930an. Dirintis oleh Tan Houw Sian, usaha keluarga Kopi Aroma kini diteruskan oleh generai kedua. Gudang kopi, pabrik, dan tokonya terletak di antara toko-toko suku cadang kendaraan di Jalan Banceuy, Bandung. Kawasan ini dan sekitarnya memang sejak zaman Belanda menjadi pusat bisnis dan pecinan.
Kopi Aroma dari Banceuy bukanlah kopi biasa. Setelah dibeli dan dibersihkan, biji-biji kopi disimpan dalam karung selama bertahun-tahun untuk mengurangi keasaman (acidity), salah satu ukuran kenikmatan kopi. Dengan begitu, selain menjadi semakin nikmat, kopi ini dipercaya tidak mengganggu kerja lambung.
Di dalam toko dipajang mesin kopi klasik, salah satunya buatan Amerika. Mesin kopi jadul ini sudah menggunakan tenaga listrik. Tentu tidak dapat disejajarkan dengan mesin saeco atau keurig k-cup yang mewakili mesin kopi jaman sekarang.
Tersedia pilihan kopi Arabica atau Robusta di Toko Kopi Aroma. Kemasan mulai dari seperempat kilogram, setengah kilogram, dan satu kilogram. Sangat disarankan membeli kemasan kecil, dan baru membeli lagi jika sudah habis. Ini agar kopi yang diperoleh selalu segar.
Nah sekarang tentang Arabica dan Robusta. Robusta adalah kopi yang paling kuat, dari aroma, rasa, hingga efek sulit tidur dan debar jantung yang berlebihan. Sementara Arabica memberikan rasa kopi yang ringan, aroma yang lumayan, tapi tidak terlalu mengganggu irama tidur.


Perusahaan ini sejak awal sudah berkembang. Pada 1936 Houw Sian sudah mampu membeli mesin pengolah buatan Jerman merek Probat. Perusahaan ini punya keunikan tersendiri. Bukan saja karena hanya mengolah kopi langsung dari tangan petani di Aceh, Lampung, hingga Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur yang menjadi langganannya. Houw Sian menurunkan tradisi menyimpan dulu kopinya selama beberapa tahun sebelum diolah. Untuk jenis Robusta penyimpanan itu selama 5 tahun, sedangkan jenis Arabika disimpan dulu selama 8 tahun.

Menurut Widya, tradisi itu tetap ia pertahankan karena berkaitan erat dengan kualitas rasa kopi produksi perusahaannya. Malah, rumahnya di Jalan Banceuy No. 51 yang berdiri di atas lahan seluas 1.300 meter persegi itu tetap dipertahankan sebagai tempat penjemuran, gudang penyimpanan, pabrik pengolahan, sekaligus toko.

Kopi yang menggunakan merek dagang Koffie Fabriek Aroma ini rupanya sengaja tak dikembangkan sebagai produksi massal. Widya yang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran ini punya alasan sendiri untuk tetap bertahan dengan kondisi usahanya itu. Ia tak mau lebih repot bila perusahaan itu menjadi lebih besar lagi.

Seperti ayahnya dulu, Widya turun ke lapangan memilih sendiri biji kopi di perkebunan langganannya. Sebab, ia tetap ingin mempertahankan kualitas rasa kopi produk perusahaannya yang tidak besar itu. Malah, bubuk kopinya yang dijual seharga Rp 30 ribu per kilo untuk jenis Robusta dan Rp 38 ribu per kilo untuk jenis Arabika itu hanya dapat dijumpai di toko Jalan Banceuy itu saja.

Walau demikian, toh, banyak orang mengenal kualitas kopi yang sampai kini masih diolah dengan mesin kuno buatan Jerman itu. Lebih-lebih, orang jadi mudah mengingat merek Aroma setelah singgah di toko berarsitektur art deco itu

Rabu, 27 Oktober 2010

postingan pertama

hemp... ini adalah postingan pertama saya yang saya buat tepat di umur saya yang ke 20 thn hihiihihhi.... dan saya pun bingung akan membuat postingan seperti apa yah,, dan apakah blog ini akan bertahan lama??? (mudah mudahan ).. amieen  ..n_n'...
saya akan membahas tentang kopi nich... pasti yang suka kopi harus baca nie,, saya juga suka kopi,,tapi gag terlalu maniac sih,, tapi gag tau kenapa dari dulu senang banget buat ngulik tentang kopi

Tips minum kopi yang sehat
Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel tentang kopi. Dalam beberapa dosis tertentu, memang kopi bisa membuat jantung berdetak kencang bila terlalu banyak. Nah, ini ada rangkuman beberapa tips dari mas Andaka:
1. Jangan melebihi Dosis yang di sarankan yaitu sekitar 1 (satu) hingga 3 (tiga) cangkir kopi dimana menurut penelitian, dalam 1 hingga 3 cangkir tersebut terdapat 300 mg caffein yang jika di konsumsi tidak akan memberikan dampak yang negatif bagi peminum kopi.

2. Mengenali Sinyal Bahaya ketika harus berhenti minum kopi seperti : gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Walupun, seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.


3. Dengarkan Respon Tubuh ketika anda tidak bisa tidur sehabis minum kopi. Karena setiap orang mempunyai batasan sendiri-sendiri tentang berapa kopi yang dapat di konsumsinya. Sebagai contoh, terkadang ada yang tidak bisa tidur setelah minum kopi dan ada juga yang tetap bisa tidur pulas setelah minum kopi. Nah, bagian ini, cuma Anda sendiri yang bisa mengenali respon tubuh Anda.

4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh Anda sendiri, ada baiknya juga mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi setiap harinya. Jangan sampai ketika dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang ternyata juga mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala juga perlu di diperhatikan kandungan caffeinnya karena produk-produk tersebut juga mengandung caffein.

Begitupun juga dengan cara pengolahan kopi yang ternyata juga berpengaruh pada hasil caffein yang di hasilkan oleh kopi.

5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Mengenai anggapan teman terbaik kopi adalah rokok, hal itu juga tidak sepenuhnya benar karena katanya rokok dapat mengurangi rasa nikmatnya ngopi itu sendiri.

6. Kelompok Anti-Kopi
Ada beberapa kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (misalnya: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, di sarankan untuk menjauhi kopi.


7. Check Up
Lakukanlah pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, terutama ukuran tekanan darah Anda. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya.
(sumber :http://www.coffeecommunity.web.id/coffee-articles/7-tips-sehat-minum-kopi/msg256/#msg256)

Nah, jadi sebelum minum kopi, Anda bisa mengukur kemampuan Anda, mengingat terlebih dahulu, sudah berapa cangkir kopi yang sudah Anda minum hari ini.